Bersyukur atas rencana indah-mu

Bismillah.. Hai teman-teman perkenalkan nama saya Maesaroh asal serang-banten yang sekarang berdomisili garut. Pasti heran kan ko bisa digarut sih jauh banget, aku berada disini atas kehendak Allah dan atas rencana indahNya, mau tau kan gimna sih perjalanan aku sampai bisa di garut. Yuk simak cerita aku yah.. Berawal dari planing aku ketika duduk di kelas 2 MA pondok pesantren Al-Rahmah, aku sudah membuat planing untuk kedepannya mau kemana setelah lulus dari pondok, planingnya itu berisi seperti ini : 1. Jika aku Kuliah : Universitas islam indonesia ( yogyakarta ) 2. Jika aku ngabdi : pondok pesantren yg ada kalimantan 3. Jika aku ke pondok tahfidz Al-Qur'an : ke Sukabumi / bogor 4. Kerja untuk membantu ekonomi orang tua. Itulah planingku saat itu dan tidak berubah saat detik-detik kelulusan tiba. Dan saat itu pula aku dan teman-teman berjuang untuk mendapatkan beasiswa ke UII yogyakarta dengan bantuan guruku dipondok. Dan tibalah hari wisudaku dan melihat keluarga menangis bahagia atas kelulusanku, ini bukanlah akir dari perjuangan, tapi ini awal perjuangan untuk menggapai cita-cita. Setelah lulus pondok aku dan teman-teman ku mulai sibuk untuk menyiapkan pendaftaran dan tes untuk mendapatkan besasiswa ke UII dan suatu hari aku dan teman" mengantarkan berkas" ke guruku yang ada dipondok dan kita berkunjung ke pimpinan pondok kita dan kita memanggilnya dengan sebutan "Abi", kita duduk di depan abi dan abi pun bertanya pada kita satu persatu mau kemana setelah ini. Dimulai dari teman ku yang pertama dan sampai pada pertanyaan yang dilontarkan kepada ku, *beliau bertanya : mae mau lanjut kemana? Aku pun menjawab : insya Allah mau kuliah di UII yogya abi jalur beasiswa* , (abi pun tiba-tiba terdiam sejenak seperti memikirkan sesuatu), perasaan ku saat itu tegang, pasalnya teman-teman ku saat ditanya abi pun langsung menjawab tidak terdiam seperti beliau bertanya pada diriku. Akirnya beliau berbicara dengan nada yang sangat lembut dan beliau menasehatiku seperti seorang bapak dan anaknya dan sambil menepuk lantai, lalu beliau berkata : "mae ngabdi aja yah" Entah aku harus jawab apa dengan pernyataan beliau, aku hanya bisa tersenyum dan menjawab : naam abi Sejak saat itu tiba-tiba ada kendala dan pertimbangan yg membuatku tidak melanjutkan beasiswa ke UII yogya. Dan disaat kebimbangan melanda, sahabat ku yang mau masuk pondok untuk mengabdi memintaku untuk menemaninya membeli kebutuhan untuk ditempat pengabdiannya, akirnya aku mengantarnya dan aku duduk sambil berfikir : ya Allah aku mau lanjut kemana ? Beberapa lama kemuadian aku teringat perkataan teman ku bahwa masih ada pondok yang masih membutuhkan dan disana pondok tahfidz anak usia dini, seketika itu aku langsung menghubungi ustadz penanggung jawab pondok tersebut, akhirnya aku diterima dan berangkat kepondok yang berada di lembang-bandung. Singkat cerita setelah 6 bulan aku mengajar disana, istri pimpinan pondok dan kita memanggil beliau dengan sebutan umi, umi berbisaca ke padaku bahwan minta dicarikan guru 2 orang untuk menemani ku membuka cabang pondok di garut, dan setelah liburan aku membawa teman ku 2 orang, mereka 1 sahabatku dipondok dan 1 lagi teman dipondok juga, akirnya sampai di bandung ditempat pengabdian ku bersama teman dan sahabatku setelah 2 bulan kita di bandung akirnya pada bulan maret kita diberi amanat untuk membuka cabang di garut dan kita berangkat kesana. Masya Allah akhirnya aku dan sahabat ku kuliah di STAI Siliwangi Alhamdulillah kita kuliah di biayai oleh pondok dan tidak mengeluarkan biaya sama sekali. Masya Allah Aku teringat firman Allah yg berbunyi :Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui (Albaqarah : 216) Sebaik-baiknya rencana yaitu rencana Allah yang paling baik dan indah, dan bersyukur banget semua planingku Allah jawab di pondok yang sekarang aku mengajar. Aku bisa ngabdi, kuliah, menghafal Al-Qur'an dan tidak membebani orang tua sama sekali. Dan berkat ridho seorang guru, pimpinan pondok,dan orang tua aku seperti ini sekarang.

Komentar